Halaman Belakang, Parameter Kokohnya Aktivis Dakwah

Saat pembahasan masalah palestina di Sudan, salah seorang ikhwan memprotes para pimpinan Hamas.




Hamas ini kan gerakan perlawanan, Muqawamah, misinya jihad. Anda sudah melakukannya.

Tapi, 4 tahun terakhir anda memegang Gaza dan tak lagi berperang. Hanya keliling-keliling cari duit untuk dibagikan ke rakyat Gaza, sudah menikmati kenikmatan dunia karena berkuasa.

Saya pikir benar juga logis juga 4 tahun tak ada perang. Kenapa Anda tak menyerang Israel. Sudah punya roket, basis kota, dll.
Ust. Khaled Misyal menjawab tenang.

Kalo kita bertempur kita memerlukan hal yang disebut halaman belakang, jadi kalau prajurit maju dia capek mundur istirahat di halaman belakang. Lalu maju lagi.

Seperti mujahidin Afgan melawan Uni Soviet punya halaman belakang namanya Pakistan. Tapi kita di palestina tak punya halaman belakang karena seluruh tetangga palestina dalah kolaborator Israel. Yordan, Syria, Mesir, Libanon tak ada yang bisa jadi halaman belakang.

Orang Palestina manusia biasa juga. Kalau bertempur terus lalu stress bisa melakukan kesalahan terlalu banyak atau bahkan jadi kanibalis. Itu yang tak dimiliki Hamas sekarang.

Halaman belakang Hamas adalah Gaza. Kasih kita waktu untuk istirahat.

Kalau perang terus yang mempunyai masalah bukan cuma mujahidinnya tapi juga keluarga yang ditinggal. Seperti masa Khalifah Umar bin Khatab. Seorang perempuan berpantun ria. Isinya aneh kira-kira begini: Demi Allah kalau bukan karena takut padamu, niscaya ranjang ini sudah bergoyang dengan laki-laki lain.
Sahabat, dalam barisan ini, kita juga harus memiliki apa yang disebut 'halaman belakang', bukan hanya sebagai pengerat ukhuwah, tapi bagaimana kita bisa kembali mengingat akan visi yang mulia, mengumpulkan semangat dari senyum-senyum pejuang Islam. Yang terpenting bukanlah menguraikan keretakan, tapi bagaimana kita bisa kembali merekatkan.

Sahabat, sungguh sekian ratus tahun lalu, Allah telah memberikan pesan kepada kita arti penting dari solidnya jama'ah. Sedikit melihat pada surat As-Shaff, bagaimana permisalan dari sebuah "bangunan yang kokoh" yang menjadi sebuah keniscayaan barisan orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. Bagaimana di ayat pertengahannya, Allah menyeru kepada kita akan suatu urusan yang balasannya merupakan cita-cita tertinggi dari setiap kita. Lalu, bagaimana di bagian akhir dari surat tersebut, janji-janji Allah menjadi penguat setiap langkah kita dan menjadi kabar gembira untuk kita semua, insyaallah.

Kita menunggu, saat dimana salah seorang dari kita dapat mengucapkan sebagaimana yang diucapkan Sa'ad bin Mu'adz kepada Rasulullah saw. pada saat perang badar,

Silakan melangkah, wahai Rasulullah, ke mana pun Anda suka. Kami akan bersama dengan Anda. Demi yang telah mengutusnmu dengan kebenaran, sekiranya Anda bawa kami ke tepi laut lalu Anda menceburkan diri kedalamnya, niscaya kami semua akan menceburkan diri kami bersamamu, tiada satu pun yang akan tertinggal. Sedikitpun kami tidak enggan untuk Anda pertemukan kami dengan musuh-musuh kita esok hari.

Begitulah contoh kongkrit dari kokohnya jama'ah, pun itu butuh pemahaman, tapi tak lepas dari butuhnya kepatuhan, butuhnya kepercayaan. Percayalah hari ini ada orang-orang yang sedang bergerak bersama kita, menyeru pada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran, tinggal bagaimana kita bisa saling percaya, membuka pintu husnudzan dan menutup rapat-rapat pintu suu'dzan. Tutuplah aibnya sebagaimana kita menutupi kekurangan sendiri, mintalah kebaikan untuknya sebagaimana kebaikan itu yang juga kita inginkan.

Sahabat, cukuplah perintah untuk saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran menjadi dasar kita untuk kembali berkumpul, mengevaluasi setiap kotoran di ujung jari, saling memperbaiki dari hati ke hati. Sungguh jama'ah ini tidak akan lekat dengan prasangka dan tidak akan kuat selama banyaknya maksiat.

Sahabat, kita semua percaya bagaimana keimanan dari setiap kita yang tentu berbeda, oleh karena itu, betapa indahnya ketika Rasulullah saw. menjadikan nasehat sebagai salah satu hak saudara kita, pun menjadikan saudara sebagai cerminan akhlak kita.

Terakhir, jika tulisan ini menginspirasi sebagian dari kita, ketahuilah, bahwa satu dari enam hak antar seorang muslim dengan muslim yang lain ialah memenuhi undangan saudaranya.

Ilustrasi cerita (bagian atas): Taujih Ust. Anis Matta, 2011.
Read More >>

Sebuah Kesaksian: Gaza, Syahid yang Dinanti

Gaza: Syahid yang dinanti
[pippks-arabsaudi] - 17.11.2012

Perang itu akhirnya pecah juga. zionis israel menyerang Gaza dgn membabi buta. Dlm hati kecil sy paling dalam, sy menyesal. Knp itu tdk terjadi saat sy msh di sana? Lho koq menyesal? Ya, krn sy dgn tim relawan KNRP saat msk ke Gaza sdh siap dgn semua resiko. Trmsk jk hrs melihat Gaza berjihad atau kami syahid di sana.

Sbnrnya raguuu sy tulis kalimat di atas, rasanya ingin dihapuuus saja... Tapi rasanya, kalimat itu penting bagi sy utk melukiskan "jiwa" warga Gaza.

Memang bgm jiwa mereka skrg? Bersedih? Berduka? Meratap? Oh tidak... Mrk yg mengatakan warga Gaza skrg bersedih, berarti blm mengenal mrk. Sebaliknya, kini mrk bersuka cita. Perang ini mmg sdh nantikan sejak lama.

Bgm tidak? sy saja, org yg jauh dari bumi jihad itu menyesal tak bisa andil dlm jihad & meraih mati syahid, apalagi mereka.

zionis la'natullah merasa ktk membom Gaza tlh ciptakan teror & kesedihan. Padahal sebaliknya, mrk malah ciptakan pesta syurga bagi warga Gaza. SYAHID adlh jalan tersingkat & terbaik utk dapatkan syurga-Nya. Begitu keyakinan mutlak setiap warga Gaza yg berjumlah 1,7 juta itu.

Ahmad Ja'bary asy-syahid, komandan al-qossam yg dibom 14 nov lalu itu skrg sdg diarak malaikat. Semua warga Gaza iri dgnnya. Semuanya berharap jadi syahid layaknya panglima yg memimpin lebih dari 20 ribu pasukan al-qossam itu.

Warga Gaza trs terjaga di tengah malam. Mrk bersiap menerima rudal israel. Tak tidur & beribadah tak henti2, berharap ibadah itu jadi penutup hidup mrk.

Dgn jiwa seperti itu, maka mungkinkah zionis mampu menangkan perang ini? Malah sebaliknya, kini warga israel-lah yg ketakutan menerima kiriman roket dari pejuang Hamas. Para pemimpinnya sibuk mencari dukungan dari para tokoh dunia. Sementara dunia arab kini berbeda. Pemimpinnya tlah berganti satu demi satu. Pemimpin yg lebih dekat pd Islam.

Maka, sejatinya israel sdg bangunkan singa yg sdg tertidur. Aumannya tdengar sampai ufuk paling timur.

Wassalam,
Nasrullah - KNRP
Read More >>

Klarifikasi Resmi Program Save Maryam | #SaveMaryam

Ada yang harus diluruskan mengenai isu #savemaryam yang kini sedang marak.

Program SAVE MARYAM adalah ASLI dari ummat Islam



Berikut email konfirmasi dari Bang Asyari, staff BBC di London


Salam alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati. Alhamdulillah, kampanye Save Maryam yang sempat menimbulkan reaksi beragam dari kalangan Muslim, sore tadi sudah menjadi sangat jelas; jelas bahwa kampanye itu genuine, asli, otentik.

Sore tadi saya dan Bang Nazarudin berhasil menjumpai salah seorang brother yang aktif di Mercy Mission UK (MM-UK) yang meluncurkan kampanye Save Maryam.

Dalam pertemuan di 233 Central Park Road, London, E6 3EA, Brother Raheem menegaskan bahwa Save Maryam betul merupakan salah satu inisiatif MM-UK. Bukan scam, bukan penipuan, bukan kampanye yang dibuat oleh pihak non-Muslim.

Memang beliau mengakui bahwa lack of consultancy dengan orang Indonesia, terutama yang bermukim di LN, membuat beberapa data di dalam video SM agak berlebihan. Mereka mengatakan, "We don't know any Indonesian living in the UK whom we can get advice from."

Poin penting lainnya adalah bahwa video itu bertujuan utk menumbuhkan awareness saja, belum lagi pada tahap implementasi rencana-rencana mereka. Mereka juga menyebutkan kerja sama dengan Muhammadiyah di Indonesia dalam melanacrakan kampanye itu. Kerja sama dg Muhammadiyah ini sempat juga disebut-sebut dalam komunikasi di media sosial, termasuk yang diterima oleh Ustad Salim Fillah via Tweeter.

Insya Allah, besok sore di studio Ramadan TV (di sekitar Wembley), saya dan Bang Nazarudin akan dipertemukan dengan seorang brother lain dari MM-UK yang, menurut Bro Raheem, terlibat langsung dalam menyiapkan SM.

Jadi, insya Allah tidak ada lagi keraguan mengenai otentisitas SM dan juga LSM yang memprakarsainya.

Terlampir foto pertemuan dengan Brother Raheem. Semoga klarifikasi ini menghilangkan keraguan dan kebingungan.

Wassalam,
Asyari Usman


klarifikasi dari: kibar@yahoogroups.com
Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (KIBAR)
terusan dari: pippks-arabsaudi@googlegroups.com

file attachment:
Foto pertemuan dengan Brother Raheem.
http://emzeth.com/4save.pdf
Read More >>

Hakikat Sebuah Ujian

Diantara kebiasaan Ust. Hudaibi (Mursyid 'Am Ikhwanul Muslimin ke II) ialah duduk bersila di dalam kamar penjara.

Pada suatu hari, Asy-Syasytari (Jendral kementrian mesir) masuk ke dalam sel beliau, tetapi Ust. Hudaibi tetap bersila dan tidak berdiri. Kemudian Asy-Syasytari marah lalu berkata "apakah kau senang menjalani hal ini hai Hudaibi?"

Ust. Hudaibi: Ya, saya menikmatinya.
Asy-Syasytari: Apakah Kamu senang melihat mereka? -sambil menunjuk para ikhwan- Aku telah membawa mereka ke penjara, aku timpakan cobaan dan pengusiran. Aku juga telah menyebabkan keluarga mereka menderita...

Ust. Hudaibi: Adakah salah seorang diantara mereka yang mengadu kepadamu? Jika ada salah seoarang diantara mereka yang mengadu kepadamu (mengeluh akan beratnya penyiksaan dalam penjara) maka datanglah kemari dan beritahukan kepadaku!

Asy-Syasytari pun terdiam.

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang padamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? ..." (Al-Baqarah:214)

Saudaraku,

itulah yang dinamakan "ujian", hakikat pasti dari seorang aktivis yang menginginkan akhir yang baik (surga). masih ingatkah kita dengan pembantaian yang dialami saudara-saudara kita di Ambon, Poso dan belahan Indonesia timur lainnya?

Masihkah kita ingat, bagaimana muslim filipina (Suku Pattani) yang dijemur di tengah pasir pantai selama bulan ramadhan tanpa pakaian yang menutupinya?

Apakah kita lupa dengan muslim-muslim saat ini, di berbagai belahan dunia yang mengalami penyiksaan luar biasa, mulai dari muslim syiria, palestina dan wilayah timur tengah lainnya...

Saudaraku,

di tiap medan dakwah, punya ujiannya masing-masing. Di setiap akselerasi keimanan, punya kadar cobaannya masing-masing. adakah kita pedul akani sabda Rasulullah yang sangat mulia ini:

"Ujian akan terus menimpa seorang mukmin, laki laki dan perempuan, menimpa dirinya, anaknya, dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa"

[Diriwayatkan oleh Tirmidzi-2399:hadist hasan shahih, Ahmad(Musnad 2/287), Al-Hakim(al-Mustadrak 4/314), Imam Malik (al-Muwatha' 558)]

Inilah jalan dakwah sahabatku, karena, setelah kesulitan itu ada banyak kemudahan...

Teruntuk, aktivis2 terbaik,
Ahad, 15 April 2012
Read More >>

Dimana Kerendahan Hatimu, Wahai Aktivis Dakwah…

"Sesungguhnya diantara raja-raja Surga adalah orang yg rambutnya berdebu, bajunya kumal(lusuh), tidak ada perhatian pada dirinya, bila mereka meminta izin utk masuk menuju para penguasa tidak diizinkan, bila mereka melamar wanita, lamaran mereka ditolak, bila mereka berbicara, tak ada satupun yg memperhatikan mereka sehingga kebutuhan-kebutuhan mereka tersendat didalam kerongkongan dadanya, namun pada hari Kiamat, jika cahayanya dibagikan kepada seluruh manusia niscaya dapat mencukupi mereka”

Hadist Rasulullah saw dalam Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7-hal.210
Sahabat, adakah kita tahu, betapa banyak aktivis dakwah masa kini yang sering berkata seperti ini, “Sebagai aktivis dakwah, antum harus dikenal akh, antum harus punya prestasi yang membanggakan akhi, antum harus punya pengaruh disana-sini, antum harus….”

Mungkin, tak sedikit aktivis dakwah yang mengira ketika amalan-amalan baiknya dilihat orang lain, ketika kehebatannya menjadi perhatian orang lain, merasa itu menjadi bagian dari dakwah islam itu sendiri. Tapi, tahukah antum bagaimana seorang Al mawardi merahasiakan seluruh karya tulisan-tulisannya hingga ia meninggal dunia karena takut keikhlasannya terkotori? Bagaimana seorang tabi’in yang merahasiakan tangisan dalam shalatnya selama 20 tahun dari istrinya karena takut akan riya’?

Sahabat, menjadi aktivis dakwah tak cukup dengan aktif dalam organisasi keislaman, tak bisa diukur hanya dengan banyaknya mutarobbi binaan. Pernahkah kita bercermin, apa kata dunia Islam tentang diri kita? Tak sedikit aktivis dakwah yang berbangga dengan label aktivis mereka, berbangga dengan tingkat tarbiyah mereka, tapi apakah itu yang kita butuhkan? Apa mungkin Islam ini tegak oleh orang-orang yang banyak berbicara namun kosong hatinya?

Sahabat, menjadi aktivis bukan berarti menjamin keselamatan kita di akhirat, sekalipun dengan banyaknya orang yang masuk ke dalam jalan ini lewat tangan-tangan kita, bukankah telah sampai kepada kita sebuah ayat yang sangat tegas dalam al-qur’an,

“Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar : 65)

Lalu bagaimana bisa kita berdakwah dengan kecongkakan sebagai seorang aktivis, padahal kesombongan adalah kerabat yang sangat dekat dengan kesyirikan?
Sahabat, mari kita kikis keangkuhan kita yang mungkin ada karena status kita, status seorang aktivis yang notabene-nya sering menjadi tokoh di ranah-ranah strategis. Sudah saatnya kita sadari kembali, bahwa yang kita cari hanya semata-mata ridha Allah, bukan ridha manusia. Bukankah seorang ulama salaf, Sheikh Ibnu Taimiyah telah memperingatkan kita,

"Manusia yang terbaik adalah para nabi, maka orang yang paling jahat adalah orang yang meniru mereka (para nabi), namun mereka sebenarnya bukan termasuk golongan mereka sedikitpun, artinya mereka hanya meniru penampilan lahirnya saja".

Sahabat, jika kita masih bersikukuh dengan capaian prestasi-prestasi ubudiyyah kita, maka contohlah Hasan Al-Bahsri yang dengan ke-alim-annya masih dapat berkata "Saya takut Allah akan melemparkanku ke Neraka, tanpa mempedulikanku". Adakah hal itu melekat pada diri masing-masing kita?

Sahabat, janganlah kita berbangga hanya dengan status penyeru kebenaran dan pencegah kemungkaran, bukankah Usamah bin Zaid pernah mendengar sabda Rasulullah saw yang harusnya dapat menjadi pengingat bagi kita semua, segenap aktivis yang menyeru kepada kebaikan,

"Pada hari kiamat nanti di Neraka akan ada orang yang ususnya terurai, ia berputar di Neraka seperti keledai berputar dalam ikatannya. Para penduduk neraka yang mengililinginya mengatakan kepadanya, 'Wahai fulan kenapa kamu? Bukankah kamu dahulu di Dunia memerintahkan untuk berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar?' Ia menjawab, 'Benar aku memerintah untuk berbuat kebaikan, tapi aku tidak melakukannya, dan aku melarang perbuatan mungkar, tetapi aku melakukannya'." (HR. Bukhari Muslim)

Sahabat, mari kita bangun kembali kerendahan hati kita, menghinakan kembali diri kita dihadapan-Nya, teruslah mengemis hidayah sebagaimana do’a yang diajarkan oleh Rasulullah saw,

"Ya muqalibal qulub wa abshar tsabit qalbi ala diinika". (Wahai Yang membolak-balikkan hati dan penghilatan, tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu).
Lalu para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan dengan apa yang engkau bawa, apakah kamu mengkhawatirkan kami?"
Beliau menjawab, "Ya. Sesungguhnya hati-hati itu berada diantara dua jari dari jari-jari ar-Rahman, Dia membolak-balikkan sekehendak-Nya". (HR. Ahmad)

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu diberi petunjuk. Amin
Read More >>